Keahlian

Keahlian Kami

Layanan kami didukung oleh tim multidisiplin yang menggabungkan pengetahuan ilmiah, keahlian rekayasa, serta pemahaman terhadap regulasi untuk mendukung setiap tahapan pengembangan kawasan pesisir dan maritim. Mulai dari pengumpulan data lapangan hingga penyusunan dokumen perizinan lingkungan, kami menerapkan pendekatan yang terintegrasi untuk membantu klien mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data, kebutuhan teknis, serta ketentuan yang berlaku di sepanjang siklus proyek

01

Pemodelan Hidro-Oseanografi

Pemodelan hidro-oseanografi adalah proses menerjemahkan fenomena oseanografi alami ke dalam persamaan diskrit atau numerik sehingga perilakunya dapat dianalisis dan diprediksi secara ilmiah. Hasil pemodelan oseanografi numerik menjadi acuan bagi para ahli untuk memahami proses yang sulit diamati secara langsung, seperti interaksi arus, gelombang, dan pasang surut, serta pengaruh kondisi meteorologi terhadap dinamika perairan. Pemodelan ini mengintegrasikan data survei dan data historis untuk menghasilkan simulasi kondisi laut yang representatif, sehingga memungkinkan penggambaran kondisi eksisting yang akurat dan prediksi perubahan yang mungkin terjadi di masa depan.

Lingkup Pekerjaan

  • Transformasi Gelombang
  • Pasang Surut
  • Arus
  • Transportasi Sedimen dan Morfologi Pesisir
  • Kualitas Perairan
  • Dredging dan Dumping

Jenis Pekerjaan

  • Infrastruktur Pesisir dan Kelautan
  • Pengembangan Pelabuhan dan Kepelabuhanan
  • Perlindungan dan Pengelolaan Pesisir
  • Pengerukan dan Reklamasi
  • Perencanaan Ruang Laut
  • Kajian Lingkungan dan Kualitas Air
  • Pengelolaan Sedimen
  • Kajian Hidro-Oseanografi

Lingkup pemodelan hidro-oseanografi juga mencakup survei metocean yang menilai kondisi meteorologi dan oseanografi secara terpadu, meliputi angin, pasang surut, gelombang jangka panjang, dan variabilitas iklim yang memengaruhi operasi dan keselamatan di laut.

02

Survei Hidro-Oseanografi

Survei hidro-oseanografi adalah serangkaian kegiatan pengumpulan data dan informasi secara sistematis mengenai kondisi fisik perairan dan wilayah pesisir, guna mendukung perencanaan, desain, dan pengelolaan kegiatan kelautan. Survei dilaksanakan sesuai dengan Standar Internasional IHO S-44 untuk Survei Hidrografi, Edisi ke-5 (2008), sehingga metode, akurasi, dan kualitas data memenuhi standar yang diakui secara global.

Lingkup Pekerjaan

  • Survei Batimetri (Single Beam dan Multibeam Echosounder)
  • Survei Topografi Pesisir
  • Survei Parameter Oseanografi (Arus, Gelombang, TSS, Sedimen Dasar)
  • Pengamatan Pasang Surut dan Pemasangan Alat Ukur Pasang Surut (Tide Gauge)
  • Pengambilan Sampel Kualitas Air dan Sedimen

Jenis Pekerjaan

  • Survei Batimetri
  • Survei Topografi
  • Survei Parameter Oseanografi
  • Pengukuran Pasang Surut
  • Pengambilan Sampel Kualitas Air dan Sedimen

Seluruh pengumpulan data dilakukan menggunakan peralatan survei yang memenuhi spesifikasi teknis, telah dikalibrasi, dan dioperasikan oleh tenaga profesional berpengalaman untuk memastikan hasil pengukuran yang andal.

03

Perencanaan Pelabuhan

Perencanaan pelabuhan mencakup kegiatan teknis dan administratif yang bertujuan memastikan pembangunan dan pengembangan fasilitas pelabuhan dilaksanakan secara legal, aman, efisien, dan sesuai kebutuhan operasional. Ini meliputi proses perizinan Terminal Khusus, Terminal Umum, dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), serta izin kegiatan pengerukan dan reklamasi di area terminal khusus.

Lingkup Pekerjaan

  • Perizinan (Terminal Umum, Terminal Khusus, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri)
  • Penyusunan Studi Kelayakan (FS)
  • Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan (RIP)
  • Perencanaan Alur Pelayaran
  • Perencanaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP)

Jenis Pekerjaan

  • Perizinan Terminal Umum, Terminal Khusus, dan TUKS
  • Penyusunan Studi Kelayakan (FS)
  • Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan (RIP)
  • Perencanaan Alur Pelayaran
  • Perencanaan Sarana Bantu Navigasi (Lampu Suar, Rambu Suar, Sistem Navigasi)

Pengintegrasian seluruh komponen perencanaan menghasilkan konsep pengembangan pelabuhan yang terarah, memenuhi persyaratan regulasi, mendukung keselamatan pelayaran, serta meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing sektor pelabuhan.

04

Perizinan Lingkungan

Penyusunan Dokumen Lingkungan merupakan langkah wajib dalam memenuhi persyaratan dasar Perizinan Berusaha, yaitu memperoleh Persetujuan Lingkungan sebelum suatu usaha atau kegiatan dapat dilaksanakan. Dokumen ini berfungsi sebagai instrumen pencegahan, pengendalian, dan evaluasi dampak lingkungan agar pembangunan dapat berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.

Lingkup Pekerjaan

  • AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup)
  • UKL-UPL (Upaya Pengelolaan & Pemantauan Lingkungan)
  • KKPRL (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut)
  • PERTEK (Persetujuan Teknis)
  • Dokumen Lingkungan untuk Perizinan Berusaha

Jenis Pekerjaan

  • AMDAL untuk Kegiatan Berdampak Signifikan
  • UKL-UPL untuk Kegiatan Berdampak Sedang
  • Persetujuan Teknis (Air Limbah, Emisi, Limbah B3, Baku Mutu)
  • KKPRL (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut)
  • Penyusunan Dokumen Lingkungan Berbasis Risiko

Acuan penyusunan meliputi peraturan perizinan berbasis risiko, pedoman teknis penyusunan dokumen lingkungan, dan standar mutu yang berlaku. Melalui penyusunan dokumen yang komprehensif dan sesuai ketentuan, pelaku usaha dapat memastikan kepatuhan regulasi, meminimalkan risiko lingkungan, serta meningkatkan kredibilitas dan keberlanjutan operasionalnya.

05

Pemantauan Ekosistem

Pemantauan ekosistem adalah program pemantauan lingkungan berbasis data yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan industri dan pelestarian ekosistem sebagai bagian dari upaya keberlanjutan. Fokus utamanya adalah mengumpulkan data ilmiah mengenai kondisi ekosistem sebelum, selama, dan setelah kegiatan berlangsung, mencakup keanekaragaman hayati, kualitas habitat, dan dinamika perubahan lingkungan.

Lingkup Pekerjaan

  • Identifikasi dan Inventarisasi Potensi Keanekaragaman Hayati Flora dan Fauna (Darat & Perairan)
  • Studi Keanekaragaman Hayati Suatu Kawasan
  • Penilaian Konservasi dan Strategi Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
  • Pengembangan Basis data Hutan Mangrove dan Cagar Alam
  • Pelatihan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Silvikultur

Jenis Pekerjaan

  • Identifikasi dan Inventarisasi Potensi Keanekaragaman Hayati Flora dan Fauna Suatu Kawasan (Darat dan Perairan)
  • Studi Keanekaragaman Hayati dan Strategi Konservasi Suatu Kawasan
  • Penyusunan Basis Data Hutan Mangrove dan Cagar Alam
  • Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui pelatihan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
  • Pelatihan Silvikultur dan Pengelolaan Pembibitan

Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengidentifikasi tren dan mengevaluasi efektivitas program pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan. Laporan pemantauan juga menjadi bukti kepatuhan regulasi, mendukung proses perizinan, dan menjadi bagian dari pelaporan ESG (Environmental, Social, Governance).

06

Penilaian Cadangan Karbon

Penilaian cadangan karbon adalah layanan yang membantu industri memahami posisi emisi karbonnya sekaligus merancang langkah konkret menuju operasi yang lebih rendah karbon. Layanan ini mencakup penyusunan strategi dekarbonisasi dan peta jalan Net Zero Emission, analisis efisiensi energi dan peluang energi terbarukan, serta dukungan pemanfaatan nilai ekonomi karbon melalui mekanisme pasar karbon dan pengembangan proyek offset.

Lingkup Pekerjaan

  • Estimasi Cadangan Karbon Biomassa di Atas dan di Bawah Permukaan Tanah
  • Strategi Dekarbonisasi dan Peta Jalan Net Zero
  • Nilai Ekonomi Karbon (NEK) & Layanan Pasar Karbon
  • Konsultasi Regulasi dan Manajemen Risiko Iklim
  • Pelaporan ESG sesuai kerangka GRI (Global Reporting Initiative)

Jenis Pekerjaan

  • Estimasi Cadangan Karbon Biomassa di atas dan di bawah Permukaan Tanah
  • Strategi Dekarbonisasi dan Peta Jalan Net Zero
  • Nilai Ekonomi Karbon (NEK) & Layanan Pasar Karbon (IDXCarbon)
  • Konsultasi Regulasi dan Manajemen Risiko Iklim
  • Pengintegrasian Data Karbon ke dalam Pelaporan Keberlanjutan Sesuai Standar GRI

Validasi dan verifikasi oleh lembaga independen juga difasilitasi agar upaya penurunan emisi dapat diakui secara nasional maupun internasional, termasuk kesiapan menghadapi skema perdagangan karbon seperti IDXCarbon.

Mulai proyek Anda

Mengalami kendala dalam proses perizinan pesisir, pelabuhan, atau kelautan?